Jumat, 31 Mei 2013

Physical Layer (Lapisan Fisik) pada Model OSI




   Penjelasan OSI Layers.

   Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI).
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Standardization for Organization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya selama proses transfer data berlangsung.

Fungsi dari 7 layer OSI:
  • Application Layer
Merupakan layer yang berada di posisi palin atas dan gateway juga berada di posisi pertama ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan ciri khas yang membedakan di antara gateway dan router. Layer application adalah penghubung utama antar aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya (gateway). Layer application sendiri berjalan dimana ketika user akan beroperasi pada protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 yang berada pada layer application.
  • Presentation Layer
Pada tahapan ini layer presentation dari model 7 OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal. Di mana melakukan translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh : suatu koneksi antara komputer dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding yang harus di format ke ASCII dan juga harus banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Untuk masalah kompresi data dan enkripsi ditangani oleh layer ini.
  • Session Layer
Layar session adalah dimana sebagai prosedur logo padasebuah jaringan network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan keamanan pada layer yang lain. Selain itu juga melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini adalah (netbios) suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application.
Netbeui (NETBIOS Extended User Interface) suatu pengembangan dari netbios yang digunakan pada produk microsoft networking, seperti windows nt dan lan manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol), PAP (Printer Access Protocol) yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
  • Transport Layer
Layer transport data di mana pada layer ini menggunakan protocol seperti udp, tcp dan spx (sequence packet exchange yang digunakan oleh netware. Tetapi khusus untuk koneksi berorientasi ipx layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer jenis ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir. Layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran, dan juga pemeriksaan error serta memperbaikinya.
  • Network Layer
Tugas dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. Internet protocol umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti ipx perusahaan novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti spx (sequence packet exchange) & ncp (netware core protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi netware.
Fungsi lain dari network layer :
  1. Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu.
  2. Mendeteksi Error.
  3. Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak.
  4. Mengendalikan aliran.
  • Data Link Layer
Layer ini menyediakan transfer data yang nyata. Selain itu sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level. Layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical yang akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer data link.
  • Physical Layer
Layer ini berkaitan dengan electrical dan optical koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub, dan network card.

Cara Kerja Model OSI
Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI.

Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket,  jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.

Pengertian Lapisan Fisik ( Physical Layer ).

Lapisan fisik (Physical Layer) merupakan lapisan dasar dari semua jaringan dalam model referensi OSI dimana lapisan ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal data analog maupun digital. Selain itu, lapisan fisik dapat digunakan untuk menentukan karakteristik dari kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan sehingga sarana sistem pengiriman data ke perangkat lain yang terhubung dalam suatu jaringan komputer. Pada lapisan ini yang akan menjelaskan mengenai jarak terjauh yang mungkin digunakan oleh media fisik serta mengatur bagaimana cara melakukan collision control. Physical Layer juga memiliki tujuan utama, seperti.
o   Menspesifikasikan standar untuk berinteraksi dengan media jaringan.
o   Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan.
o   Menetukan karakteristik kabel untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
o   Mentransfer dan menentukan bagaimana bit data dikodekan.
o   Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan.          
o   Sinkronisasi transmisi sinyal.
o   Menangani interkoneksi fisik (kabel), mekanikal, elektrikal dan procedural.
o   Mendeteksi error selama transmisi.
Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data diatas media jaringan seperti kabel, radio dan cahaya. Selain itu, lapisan ini dapat mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi sinkronisasi antar bit, pengaktifan dan pemutusan koneksi serta beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi seperti kabel UTP / STP, kabel koaksial atau kabel fiber optic. Protocol pada PHY Layer mencakup IEEE 802.3; RS-232C; X.21; repeater; transceiver; kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) dan pengabelan untuk beroperasi.

 Manfaat Physical Layers pada Komunikasi Data.

Media paling sering digunakan untuk komunikasi data adalah kabel yang menggunakan kawat tembaga untuk sinyal data dan bit kontrol antar perangkat jaringan. Kabel yang digunakan untuk komunikasi data yang biasanya terdiri dari serangkaian kabel tembaga individu yang membentuk sirkuit sinyal didedikasikan untuk tujuan tertentu. Jenis lain dari kabel tembaga, yang dikenal sebagai kabel koaksial, memiliki konduktor tunggal yang berjalan melalui pusat kabel yang terbungkus oleh, namun terisolasi dari, pelindung lainnya.
Tembaga jenis media yang dipilih adalah ditentukan oleh standar lapisan Fisik yang dibutuhkan untuk menghubungkan lapisan Data Link perangkat dua atau lebih jaringan. Kabel ini dapat digunakan untuk menghubungkan node di LAN untuk perangkat perantara, seperti router dan switch. Kabel juga digunakan untuk menghubungkan perangkat WAN ke penyedia layanan data seperti perusahaan telepon. Setiap jenis koneksi dan perangkat kabel terlampir persyaratan yang ditetapkan oleh standar lapisan fisik.
Jaringan media umumnya menggunakan jack modular dan colokan, yang menyediakan koneksi mudah dan pemutusan. Juga, satu jenis konektor fisik dapat digunakan untuk beberapa jenis koneksi. Sebagai contoh, konektor RJ-45 digunakan secara luas dalam LAN dengan satu jenis media dan di beberapa WAN dengan jenis media lain. Berikut adalah contoh hardware yang memakai kawat tembaga
Demikian sedikit penjelasan dari penulis mengenai Physical Layer (Lapisan Fisik) pada Model OSI. Semoga dapat bermanfaat. Terima Kasih

Sumber:
·         http://www.sysneta.com/layer-physical-dan-data-link (diakses tanggal 26-5-2013)
·         http://budeseo.com/fungsi-dan-pengertian-7-osi-layer.html (diakses tanggal 26-5-2013)
·         ww.squidoo.com/fungsi-dari-setiap-layer-para-refenrensi-osi-model-maupun-dod-model (diakses tanggal 26-5-2013)
·         http://ixnugros.wordpress.com (diakses tanggal 26-5-2013)
·         http://www.atepsaepulloh.com/2011/05/pengkabelan-pada-jaringan-komputer (diakses tanggal 26-5-2013)
·          http://www.hacker-cisadane.org/Thread-Pengertian-OSI-Layer (diakses tanggal 26-5-2013)
·         http://www.sysneta.com/layer-physical-dan-data-link (diakses tanggal 26-5-2013)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar